Artikel & Berita

Baca artikel terbaru tentang manajemen laporan keuangan UMKM, akuntansi, dan strategi bisnis.

Revenue Accounting DJP, Apa dan Kenapa Penting?

Afani
19 September 2026, 04:43

Pernah kepikiran gak, gimana caranya DJP nyatet duit pajak yang masuk dan keluar setiap hari? Ternyata, sejak awal 2025 DJP punya cara baru buat nyatet semua itu, namanya Revenue Accounting. 

Revenue Accounting itu sederhananya modul pencatatan akuntansi yang dipakai DJP buat nyatet transaksi-transaksi pajak, mulai dari pendapatan pajak, piutang pajak, sampai utang pajak. Aturannya ada di PER-25/PJ/2025, dan mulai berlaku 1 Januari 2025. 

Contoh Sederhana 

Bayangin setiap kali ada pajak yang masuk, ada tagihan yang belum dibayar, atau ada kelebihan bayar pajak yang harus dikembalikan, semua transaksi itu sekarang dicatat pakai sistem double entry sama kayak sistem debit-kredit. 

  • Uang pajak yang benar-benar masuk → dicatat sebagai pendapatan.
  • Pajak yang masih ditagih ke wajib pajak → dicatat sebagai piutang.
  • Kelebihan bayar yang harus dikembalikan → dicatat sebagai utang.

Jadi laporan keuangan DJP gak asal catat, tapi bener-bener ngikutin kaidah akuntansi yang biasa dipakai perusahaan.

Kenapa Ini Penting?

Kebijakan ini jalan bareng sama sistem Coretax, yaitu sistem administrasi pajak yang serba terintegrasi. Begitu ada transaksi pajak ,misalnya kamu bayar pajak atau kena tagihan  sistemnya langsung otomatis nyatet ke laporan keuangan, gak perlu proses manual lagi.
 
Buat pebisnis, ini artinya:

  • Data transaksi pajak kamu kecatet lebih rapi dan real-time di sisi DJP.
  • Celah-celah kecil yang dulu bisa "kelewat" sekarang lebih gampang kedeteksi.
  • Pembukuan internal perusahaan kudu makin rapi biar gak beda sama data di sistem pajak.

Yang perlu dipahami:

  • Pengakuan → kapan transaksi pajak dianggap "terjadi" dan dicatat
  • Pengukuran → gimana nilai transaksinya dihitung 
  • Pencatatan & penyajian → gimana transaksi itu muncul di laporan keuangan Pengungkapan → info tambahan apa aja yang perlu disertakan 
  • Peristiwa setelah pelaporan → gimana kalau ada kejadian yang muncul belakangan

Kesimpulan: 

Revenue Accounting bikin laporan keuangan DJP makin rapi, transparan, dan gampang dipertanggungjawabkan  sama kayak prinsip laporan keuangan perusahaan pada umumnya. Buat pebisnis, ini pengingat kalau era pajak yang serba longgar udah mulai ditinggalkan, digantikan sistem yang lebih ketat dan otomatis. Jadi, kalau kamu masih mikir pajak cuma soal bayar dan lapor doang, coba deh lihat dari sisi ini  ternyata di baliknya ada sistem akuntansi yang gak kalah rapi sama perusahaan besar.

Tags:

#akuntansi #accounting #akuntansidasar
Bagikan Artikel: